Konsep Hybrid ML dan Threshold pada Trafo Distribusi
Catatan teknis untuk menjelaskan mengapa sistem tetap membutuhkan Machine Learning walaupun sudah memiliki batas threshold.
Threshold
Threshold adalah batas keselamatan. Fungsinya menentukan apakah kondisi aktual sudah melewati nilai aman, misalnya overload, suhu tinggi, atau kondisi kritis.
Machine Learning
ML membaca pola historis dan tren operasi. Fungsinya memberi peringatan dini ketika data masih terlihat normal tetapi arahnya menuju kondisi berisiko.
Mengapa ML Tidak Sia-sia?
Threshold menjawab pertanyaan: apakah kondisi saat ini sudah berbahaya? ML menjawab pertanyaan: apakah kondisi yang masih terlihat normal sedang bergerak menuju bahaya?
Jika hanya menggunakan threshold, sistem bersifat reaktif karena alarm muncul setelah batas tercapai. Dengan ML, sistem menjadi prediktif karena dapat memberi status Waspada sebelum batas threshold benar-benar terlampaui.
Cara Kerja Sistem Secara Rinci
Sistem bekerja seperti dua lapisan yang saling menjaga. Lapisan pertama membaca kondisi aktual untuk keselamatan. Lapisan kedua membaca pola masa depan untuk peringatan dini.
Sensor mengirim beban, suhu, tegangan, arus, kapasitas trafo, status, dan waktu pembaruan ke Firebase.
Sistem memeriksa apakah data masih baru, masuk akal, dan bukan kondisi Offline atau Blackout.
Sistem menghitung health trafo. Jika health turun atau nilai aktual melewati batas aman, status langsung Warning atau Critical.
ML memperkirakan beban dan suhu pada jam berikutnya berdasarkan jam operasi, histori, kapasitas, dan kondisi saat ini.
Urutan Keputusan di Sistem Ini
| Kondisi | Peran Threshold | Peran ML | Keputusan Sistem |
|---|---|---|---|
| Data sensor tidak valid atau terlalu lama tidak update | Mencegah keputusan dari data yang salah. | Tidak dijadikan dasar utama. | Status Offline atau Data Tidak Valid. |
| Kondisi aktual sudah melewati batas aman | Menjadi penentu utama. | Diabaikan sebagai pemutus utama karena bahaya sudah terjadi. | Status Critical dan sistem dapat menyiapkan manuver. |
| Kondisi aktual mendekati batas aman | Menaikkan status menjadi Warning atau Siaga. | Menguatkan keputusan jika tren ke depan makin berisiko. | Status Siaga, operator perlu memantau. |
| Kondisi aktual masih normal | Belum memberi alarm bahaya. | Membaca pola menuju overload atau suhu tinggi. | Status tetap aman secara aktual, tetapi dashboard memberi Waspada Prediktif jika forecast berisiko. |
Alur Data pada Website
Sensor Trafo
-> Firebase GH/TD1, GH/TD2, GH/TD3
-> ml_engine.py membaca data setiap beberapa detik
-> sistem menghitung health aktual dan status threshold
-> ML menghitung forecast beban dan suhu jam berikutnya
-> hasil disimpan ke Firebase Prediction
-> dashboard index.php menampilkan Aktual, Forecast, dan Command
Karena itu, status aktual dan status forecast memang bisa berbeda. Jika aktual Normal tetapi forecast Warning, artinya trafo belum berbahaya sekarang, tetapi pola datanya menunjukkan potensi risiko ke depan.
Arti Jarak Prediksi
Jarak prediksi adalah selisih waktu antara jam aktual sistem dengan jam target prediksi. Contohnya, jika waktu aktual adalah 20:00 dan operator memilih prediksi jam 17:00, maka sistem membaca target tersebut sebagai jam 17:00 hari berikutnya. Selisihnya adalah 21 jam, sehingga dashboard menampilkan jarak prediksi 21 jam.
Istilah ini sebelumnya tampil sebagai horizon. Pada sistem prediksi, horizon berarti seberapa jauh model melihat ke depan dari waktu saat ini.
Evaluasi Model Saat Ini
Model dievaluasi menggunakan data validasi holdout berbasis profil operasi sintetis trafo distribusi. Hasil prediksi beban dan suhu diklasifikasikan menjadi Normal, Warning, atau Critical.
Accuracy : 92.17% Precision : 92.38% Recall : 92.17% F1-score : 92.18% Load MAE : 1.596 Load RMSE : 2.221 Load R2 : 99.13% Temp MAE : 0.806 Temp RMSE : 1.063 Temp R2 : 98.16%
Nilai tersebut menunjukkan evaluasi awal sudah di atas 90% untuk metrik klasifikasi utama. Untuk laporan akhir, hasil ini tetap perlu dijelaskan sebagai validasi awal karena data yang digunakan masih berbasis profil operasi sintetis, bukan seluruhnya data lapangan jangka panjang.
Logika Singkat yang Dipakai
Jika data sensor tidak valid:
status = Offline / Data Tidak Valid
Jika kondisi aktual melewati batas kritis:
status = Critical
gunakan threshold sebagai proteksi utama
Jika kondisi aktual normal tetapi ML memprediksi risiko:
status aktual = Normal
forecast = Warning / Critical
tampilkan peringatan dini
jangan langsung switching
Jika kondisi aktual dan ML sama-sama aman:
status = Normal
Bagian pentingnya adalah ML tidak langsung memutus atau memindahkan beban hanya karena prediksi. ML memberi informasi lebih awal. Aksi proteksi tetap dikunci oleh kondisi aktual agar sistem tidak bertindak berlebihan.
Contoh Kasus
Kondisi aktual TD1: Beban = 68% Suhu = 54 derajat C Status threshold = Normal Hasil prediksi ML: Beban jam 18:00 = 88% Suhu jam 18:00 = 72 derajat C Status prediksi = Waspada
Pada contoh tersebut, threshold masih membaca Normal karena nilai aktual belum melewati batas. Namun ML memberi peringatan bahwa trafo berpotensi mendekati kondisi berisiko pada jam puncak. Jadi ML tidak menggantikan threshold, melainkan menambah kemampuan antisipasi.
Prioritas Keputusan Sistem
Kesimpulan untuk Laporan
Sistem yang digunakan adalah Hybrid Decision System. Threshold berfungsi sebagai lapisan keselamatan aktual, sedangkan ML berfungsi sebagai lapisan prediktif. Kombinasi ini membuat sistem lebih andal karena mampu bereaksi terhadap bahaya yang sudah terjadi dan mampu memberi peringatan sebelum bahaya tersebut terjadi.
- Threshold menjaga keamanan operasi trafo.
- ML memberi peringatan dini berdasarkan pola historis dan tren beban.
- Keputusan kritis tetap dikontrol oleh data aktual agar tidak bergantung penuh pada prediksi.
- Prediksi ML memperkuat analisis dan membantu operator memahami risiko berikutnya.